Akademi Kebidanan (AKBID) Medika Bakti Persada turut serta secara aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) Kerjasama Program Studi Kesehatan Wilayah XIII Aceh. Kegiatan penting ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 14 hingga 16 Mei 2025, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi peningkatan mutu pendidikan dan relevansi lulusan di bidang kesehatan.
FGD ini merupakan forum strategis untuk menyatukan visi dan misi antar Program Studi Kesehatan di wilayah XIII Aceh, termasuk AKBID Medika Bakti Persada. Topik-topik yang dibahas mencakup berbagai tantangan dan peluang dalam pendidikan tenaga kesehatan, pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap dinamika industri 4.0, serta penguatan kolaborasi antar institusi dan dengan pihak industri atau layanan kesehatan.
Dalam sesi diskusi, perwakilan dari AKBID Medika Bakti Persada [Jika diketahui nama yang hadir dan perannya, bisa ditambahkan, misal: Ibu Ricca Nophia Amra, S.ST, M.K.M, selaku Direktur, atau perwakilan lain] memberikan kontribusi berharga dengan membagikan pandangan dan pengalaman terkait pendidikan kebidanan. Partisipasi aktif ini menunjukkan komitmen AKBID Medika Bakti Persada untuk terus berinovasi dan memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini dan di masa depan.
Salah satu fokus diskusi adalah mengenai tema “Tenaga Kesehatan: Tantangan dan Dinamika Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Era 4.0”. Hal ini menunjukkan kesadaran bersama akan perlunya adaptasi pendidikan kesehatan terhadap kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. FGD ini juga menjadi ajang untuk menjajaki potensi kerjasama baru yang dapat memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan di Aceh.
“Keikutsertaan kami dalam FGD ini sangat penting untuk memastikan bahwa Program Studi D3 Kebidanan di AKBID Medika Bakti Persada selalu up-to-date dan mampu menghasilkan bidan yang tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan inovasi,” ujar [Perwakilan AKBID Medika Bakti Persada]. “Forum seperti ini membuka ruang kolaborasi yang luas, memungkinkan kami belajar dari pengalaman institusi lain dan merumuskan langkah-langkah strategis bersama.”
Di akhir sesi, peserta juga diajak untuk mengisi kuesioner kegiatan melalui pemindaian QR Code, menunjukkan pendekatan modern dalam pengumpulan umpan balik untuk peningkatan kualitas acara di masa mendatang.
FGD Kerjasama Prodi Kesehatan Wilayah XIII Aceh ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya sinergi yang lebih kuat antar institusi pendidikan kesehatan, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Aceh.
